10 Kiat Menjadi GURU KREATIF

Dari tetangga sebelah.

Ciri-ciri  guru kreatif:

1. Berpikir inovatif

Jiwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervariasi dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya.

2. Percaya diri

Tentu saja sifat percaya diri dan selalu ingin berkembang ada pada diri guru yang kreatif. Tidak mudah memang menjadi seorang guru yang kreatif, karena apa pun karya yang dia ciptakan harus kembali kepada anak didiknya. Keberhasilan seorang guru yang kreatif terletak pada kepuasan siswa setelah menerima materi pelajaran yang diberikan. Kalau pun anak didik merasa tidak suka atau tidak puas, guru yang kreatif seharusnya peka dalam hal ini. Langkah selanjutnya, dia akan mencoba mencari metode mengajar yang lain. Metode pengajaran yang sesuai dengan selera dan kemampuan anak didiknya. Tapi bagi saya, masalah siswa puas atau senang dengan metode pelajaran yang kita berikan adalah urusan belakangan. Yang terpenting adalah sikap pantang menyerah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anak didiknya. Karena apa pun metode pengajaran yang diberikan, bila bervariasi, maka siswa pasti tidak akan bosan.

3. Tidak gaptek

Gaptek (gagap teknologi) bisa menjadi penghambat seorang guru untuk menjadi kreatif. Guru yang kreatif harus peka terhadap perkembangan jaman. Dia bisa mengkombinasikan sesuatu yang bersifat “kuno” atau “jadul” menjadi sesuatu yang menarik. Bagaimana bisa menjadi menarik? Karena dia bisa menggabungkan sesuatu yang “jadul” dengan sesuatu yang modern. Misalnya, memvariasikan permaianan tradisional dengan permainan modern.

4. Materi Pelajaran yang Diberikan Menjadi Mudah Dimengerti

Tidaklah mudah mentransfer ilmu dari seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru. Namun seorang guru yang kreatif akan selalu mencoba berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami materi pelajaran yang diberikan.

5. Terus Belajar dan Belajar

Tidak ada kata puas bagi seorang guru yang kreatif. Bukan tidak ada kata puas yang negative. Namun kata “tidak puas” bagi seorang guru yang kreatif adalah suatu semangat untuk terus mengembangkan diri demi kebaikan diri sendiri, anak didik, dan sekolah.

6. Cerdas Dalam Menemukan Talenta Anak Didiknya

Karena tingkat kepekaan kepada anak didiknya yang tinggi, maka seorang guru yang kreatif biasanya mengenal kemampuan setiap anak didiknya. Kemampuan anak didiknya adalah bisa berupa bakat atau talenta. Dengan kepekaan yang dia miliki, seorang guru yang kreatif akan berusaha untuk memanfaatkan dan mengembangkan talenta yang dimiliki oleh anak didiknya, misalnya dengan memberikan kesempatan anak didiknya untuk tampil di acara-acara sekolah.

7. Kooperatif

Guru yang kreatif menyadari akan kelemahannya juga sebagai manusia. Itulah kenapa seorang guru yang kreatif berusaha untuk bisa belajar dari orang lain. Dengan kata lain, guru yang kreatif harus bisa bekerjasam dengan sesama guru, anak didik, kepala sekolah, dan pihak-pihak yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini juga berguna untuk menyatukan misi dan visi diri dengan misi dan visi sekolah dan mengurangi kesalahpahaman dan permasalahan yang mungkin terjadi.

8. Pandai Memanfaatkan “Apa yang Ada”

Biasanya seorang guru yang kreatif pandai memanfaatkan apa yang ada di dalam sekolah. Kertas bekas pun bisa berubah menjadi sarana belajar yang menarik, karena disampaikan dengan cara mengajar yang menarik pula.

9. Bisa menerima Kritik

Sebuah kritik bukanlah sesuatu yang “menyaikitkan” bagi seorang guru yang kreatif. Justru disitulah seorang guru yang kreatif bisa belajar dari kekuranganya dan kesalahannya. Dia akan berpikir bagaimana caranya agar kekurangannya bisa diminimalkan atau bahkan menjadi sebuah kelebihan, dan tidak mengulang kesalahan yang sama. Hal ini tentunya juga akan bermanfaat bagi perkembangan diri guru kreatif.

10. Mengajar Dengan Cara Menyenangkan

Seorang guru yang kreatif tidak ingin anak didiknya merasa bosan dan tertekan pada saat dia memberikan sebuah materi pelajaran kepada anak didiknya. Maka dia akan selalu mencari cara agar anak didiknya merasa nyaman dengan cara mengajar yang dia berikan.

The Nine Types of Intelligence

By Howard Gardner

1. Naturalist Intelligence (“Nature Smart”)

Designates the human ability to discriminate among living things (plants, animals) as well as sensitivity to other features of the natural world (clouds, rock configurations).  This ability was clearly of value in our evolutionary past as hunters, gatherers, and farmers; it continues to be central in such roles as botanist or chef.  It is also speculated that much of our consumer society exploits the naturalist intelligences, which can be mobilized in the discrimination among cars, sneakers, kinds of makeup, and the like.

2. Musical Intelligence (“Musical Smart”)

Musical intelligence is the capacity to discern pitch, rhythm, timbre, and tone.  This intelligence enables us to recognize, create, reproduce, and reflect on music, as demonstrated by composers, conductors, musicians, vocalist, and sensitive listeners.  Interestingly, there is often an affective connection between music and the emotions; and mathematical and musical intelligences may share common thinking processes.  Young adults with this kind of intelligence are usually singing or drumming to themselves.  They are usually quite aware of sounds others may miss.

3. Logical-Mathematical Intelligence (Number/Reasoning Smart)

Logical-mathematical intelligence is the ability to calculate, quantify, consider propositions and hypotheses, and carry out complete mathematical operations.  It enables us to perceive relationships and connections and to use abstract, symbolic thought; sequential reasoning skills; and inductive and deductive thinking patterns.  Logical intelligence is usually well developed in mathematicians, scientists, and detectives.  Young adults with lots of logical intelligence are interested in patterns, categories, and relationships.  They are drawn to arithmetic problems, strategy games and experiments.

 4. Existential Intelligence

Sensitivity and capacity to tackle deep questions about human existence, such as the meaning of life, why do we die, and how did we get here.

5. Interpersonal Intelligence (People Smart”)

Interpersonal intelligence is the ability to understand and interact effectively with others.  It involves effective verbal and nonverbal communication, the ability to note distinctions among others, sensitivity to the moods and temperaments of others, and the ability to entertain multiple perspectives.  Teachers, social workers, actors, and politicians all exhibit interpersonal intelligence.  Young adults with this kind of intelligence are leaders among their peers, are good at communicating, and seem to understand others’ feelings and motives.

6. Bodily-Kinesthetic Intelligence (“Body Smart”)

Bodily kinesthetic intelligence is the capacity to manipulate objects and use a variety of physical skills.  This intelligence also involves a sense of timing and the perfection of skills through mind–body union.  Athletes, dancers, surgeons, and craftspeople exhibit well-developed bodily kinesthetic intelligence.

7. Linguistic Intelligence (Word Smart)

Linguistic intelligence is the ability to think in words and to use language to express and appreciate complex meanings.  Linguistic intelligence allows us to understand the order and meaning of words and to apply meta-linguistic skills to reflect on our use of language.  Linguistic intelligence is the most widely shared human competence and is evident in poets, novelists, journalists, and effective public speakers.  Young adults with this kind of intelligence enjoy writing, reading, telling stories or doing crossword puzzles.

8. Intra-personal Intelligence (Self Smart”)

Intra-personal intelligence is the capacity to understand oneself and one’s thoughts and feelings, and to use such knowledge in planning and directioning one’s life.  Intra-personal intelligence involves not only an appreciation of the self, but also of the human condition.  It is evident in psychologist, spiritual leaders, and philosophers.  These young adults may be shy.  They are very aware of their own feelings and are self-motivated.

9. Spatial Intelligence (“Picture Smart”)

Spatial intelligence is the ability to think in three dimensions.  Core capacities include mental imagery, spatial reasoning, image manipulation, graphic and artistic skills, and an active imagination.  Sailors, pilots, sculptors, painters, and architects all exhibit spatial intelligence.  Young adults with this kind of intelligence may be fascinated with mazes or jigsaw puzzles, or spend free time drawing or daydreaming.

From: Overview of the Multiple Intelligences Theory.  Association for Supervision and Curriculum Development and Thomas Armstrong.com