The Nine Types of Intelligence

By Howard Gardner

1. Naturalist Intelligence (“Nature Smart”)

Designates the human ability to discriminate among living things (plants, animals) as well as sensitivity to other features of the natural world (clouds, rock configurations).  This ability was clearly of value in our evolutionary past as hunters, gatherers, and farmers; it continues to be central in such roles as botanist or chef.  It is also speculated that much of our consumer society exploits the naturalist intelligences, which can be mobilized in the discrimination among cars, sneakers, kinds of makeup, and the like.

2. Musical Intelligence (“Musical Smart”)

Musical intelligence is the capacity to discern pitch, rhythm, timbre, and tone.  This intelligence enables us to recognize, create, reproduce, and reflect on music, as demonstrated by composers, conductors, musicians, vocalist, and sensitive listeners.  Interestingly, there is often an affective connection between music and the emotions; and mathematical and musical intelligences may share common thinking processes.  Young adults with this kind of intelligence are usually singing or drumming to themselves.  They are usually quite aware of sounds others may miss.

3. Logical-Mathematical Intelligence (Number/Reasoning Smart)

Logical-mathematical intelligence is the ability to calculate, quantify, consider propositions and hypotheses, and carry out complete mathematical operations.  It enables us to perceive relationships and connections and to use abstract, symbolic thought; sequential reasoning skills; and inductive and deductive thinking patterns.  Logical intelligence is usually well developed in mathematicians, scientists, and detectives.  Young adults with lots of logical intelligence are interested in patterns, categories, and relationships.  They are drawn to arithmetic problems, strategy games and experiments.

 4. Existential Intelligence

Sensitivity and capacity to tackle deep questions about human existence, such as the meaning of life, why do we die, and how did we get here.

5. Interpersonal Intelligence (People Smart”)

Interpersonal intelligence is the ability to understand and interact effectively with others.  It involves effective verbal and nonverbal communication, the ability to note distinctions among others, sensitivity to the moods and temperaments of others, and the ability to entertain multiple perspectives.  Teachers, social workers, actors, and politicians all exhibit interpersonal intelligence.  Young adults with this kind of intelligence are leaders among their peers, are good at communicating, and seem to understand others’ feelings and motives.

6. Bodily-Kinesthetic Intelligence (“Body Smart”)

Bodily kinesthetic intelligence is the capacity to manipulate objects and use a variety of physical skills.  This intelligence also involves a sense of timing and the perfection of skills through mind–body union.  Athletes, dancers, surgeons, and craftspeople exhibit well-developed bodily kinesthetic intelligence.

7. Linguistic Intelligence (Word Smart)

Linguistic intelligence is the ability to think in words and to use language to express and appreciate complex meanings.  Linguistic intelligence allows us to understand the order and meaning of words and to apply meta-linguistic skills to reflect on our use of language.  Linguistic intelligence is the most widely shared human competence and is evident in poets, novelists, journalists, and effective public speakers.  Young adults with this kind of intelligence enjoy writing, reading, telling stories or doing crossword puzzles.

8. Intra-personal Intelligence (Self Smart”)

Intra-personal intelligence is the capacity to understand oneself and one’s thoughts and feelings, and to use such knowledge in planning and directioning one’s life.  Intra-personal intelligence involves not only an appreciation of the self, but also of the human condition.  It is evident in psychologist, spiritual leaders, and philosophers.  These young adults may be shy.  They are very aware of their own feelings and are self-motivated.

9. Spatial Intelligence (“Picture Smart”)

Spatial intelligence is the ability to think in three dimensions.  Core capacities include mental imagery, spatial reasoning, image manipulation, graphic and artistic skills, and an active imagination.  Sailors, pilots, sculptors, painters, and architects all exhibit spatial intelligence.  Young adults with this kind of intelligence may be fascinated with mazes or jigsaw puzzles, or spend free time drawing or daydreaming.

From: Overview of the Multiple Intelligences Theory.  Association for Supervision and Curriculum Development and Thomas Armstrong.com

Advertisements

Ujian Akhir Semester Ganjil

Tanjung Priuk Bertahmid. Alhamdulillah, sejak hari senin lalu (12/12/2011) telah berlangsung Ujian Akhir Semester Ganjil di SD Juara Jakarta Utara 1 sampai jumat nanti (16/12/2011). Setelah sepekan sebelumnya terlaksana Ujian Praktik pelajaran tahsin, tahfizh, penjaskes, PAI, TIK dan SBK. Tentunya agenda ini merupakan agenda perdana di Sekolah Juara yang baru didirikan di tahun ajaran 2011/2012.

Meski sedang ujian, tak terlihat wajah stres, tertekan, dan letih di wajah mereka. Anak-anak sangat menikmati ujian yang mereka hadapi, bahkan dikerjakan dengan tertib dan lancar, karena Sekolah tidak pernah membebani siswa dengan segudang tugas atau PR. Mereka datang ke sekolah dengan penuh semangat ceria. Ditemani para guru yang senantiasa menularkan semangat dan cinta kepada mereka. Alhamdulillah juga sejauh ini hasil belajar siswa sebagian besar telah melampaui nilai KKM.

Namun yang terpenting dari semua itu adalah, dimanapun anak-anak berada, mereka selalu belajar. Di sekolah adalah belajar, ujian adalah belajar, bermain adalah belajar, membantu orang tua adalah belajar, menjaga adik adalah belajar, beribadah adalah belajar. Sehingga ketika mereka dewasa, mereka selalu belajar dari apa yang mereka alami untuk menjadi ummat terbaik. Terima kasih atas doa anda semua. (Irma Sari)

Mars SD Juara

Alhamdulillah dapat copy-an Mars SD Juara dari Pak Joko (Kepsek SD Juara Semarang).

Ini dia syairnya:

SD JUARA tempat aku menuntut ilmu

Ku dibimbing oleh bapak ibu guru

dengan penuh kasih sayang

Menjadi ummat terbaik, beriman bertaqwa pada Allah

Berbakti kepada kedua orang tua, agama, bangsa dan Negara

Ku ingin jadi juara

Juara dlm kehidupan

Ku siap mandiri ku siap berprestasi

Ku jelang masa depan gemilang

Ku ingin jadi juara

Juara dunia akhirat

Melawan kezaliman melawan kebatilan hanya demi Allah semata

Airmata di Sd Juara Jakut 1

Tanjung Priuk di penghujung Ramadhan (20/8/2011). Hari itu adalah hari penuh doa beriring airmata. Acara pamungkas pada agenda PERAK (Pesantren Ramadhan Kemerdekaan)2011. Acaranya dimulai tepat pada waktu ashar. Anak-anak dan orang tua beserta guru sholat berjama’ah di Masjid Raudlatul Jannah. Kemudian setelah sambutan dari Kepala Sekolah, penampilan siswa, dan pengumuman pemenang lomba, anak-anak menonton film kisah para nabi. Semuanya antusias dan ceria. Sementara itu para guru akhwat sudah sibuk di dapur dadakan untuk menyiapkan ta’jil.

Inilah acara puncaknya: permohonan maaf orang tua kepada anaknya, dan anak kepada orang tuanya. Para orang tua telah disediakan kursi di halaman masjid, sedangkan anak-anak mereka berdiri di hadapan orang tua masing-masing. Diiringi narasi dari Bu Yuli (wali kelas 1), seluruh hadirin menghayati bait demi bait syair yang dibacakan. Setelah syair dibacakan anak-anak diminta untuk mencium kaki orang tua mereka, sambil berlinangan airmata para orang tua segera memeluk anak mereka. Uh…betapa tersayat-sayat hati yang melihatnya. Rasanya ingin segera pulang lalu berteriak: “emaaaak….maafkan anakmu ini…” Dan kupeluk tubuh ibunda yang sudah lemah dan menua. Tanpa mereka kita bukanlah apa-apa.

Demikianlah sekelumit kisah di penghujung Ramadhan. Mengharap ridho orang tua dan ampunan Rabb kita, sebelum menyudahi Ibadah Ramadhan dengan Gemilang. Taqabbalallah minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aa’idiin wal faaidziin, kullu ‘aam wa antum bikhair. Mohon maaf lahir bathin dari kami segenap keluarga besar SD Juara Jakarta Utara 1. (Irma Sari).

PERAK (Pesantren Ramadhan Kemerdekaan)

Tanjung Priuk (19/08/2011). Siapa diantara anda yang masih ingat dan hafal teks proklamasi? dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, SD Juara Jakarta Utara 1 mengadakan lomba pembacaan teks proklamasi secara Lip Sync dengan suara aseli Bung Karno sebagai salah satu rangkaian acara PERAK (Pesantren Ramadhan Kemerdekaan). Bukan main seru dan ramainya halaman Masjid Raudlatul Jannah.

Acara dimulai dengan sholat dhuha dan membaca al ma’tsurat, kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah dengan teriakan takbir dan merdeka!! Rangkaian agenda hari ini adalah full perlombaan. Lomba pertama adalah menyusun gambar gerakan sholat. Saya dan guru-guru lain sampai tertawa geli melihat anak-anak yang terbalik memasang gambar gerakan sujud (jadi seperti kanguru), dan gerakan rukuk (jadi seperti orang duduk ngelonjor). Hihihi dasar bocah..Kelompok yang menang mendapatkan applause dan toast yang meriah dari teman-teman dan guru-guru. Herannya yang bikin heboh juga gurunya, jadilah anak-anak semakin lincah.

Lomba kedua tentunya untuk pertama kalinya diadakan (saya belum pernah lihat lomba seperti ini), yaitu Lip Sync pembacaan teks proklamasi. Lomba ini juga sempat bikin ketawa geli, gerakan bibir anak-anak yang terlambat dengan suara Bung Karno dan gigi-gigi para peserta yang ompong membuat kami berjuang menahan tawa (jadi senyum aja).

Terakhir adalah lomba mewarnai gambar masjid. Saat inilah anak-anak terlihat sangat serius dan tekuuun sekali. Salah satunya adalah Humaidi Jibran (siswa kelas 2) yang kami perkirakan Autis. Jibran dengan semangat membawa kyaron dari rumah, saya lihat ia mewarnai seluruh masjidnya dengan warna biru, dalam hitungan detik ia berteriak “bu, udah jadi!”. Saya jawab, “wah, bagus sekali, hebat!”. Lalu saya perhatikan isi tempat krayonnya, hanya batang crayon warna-warna suram dan sudah sangat pendek (trenyuh). Saya lalu memberikan crayon warna-warni yang disediakan di sekolah. Akhirnya ia menambah warna orange dan kuning sesukanya.

Masih ada lagi agenda esok hari, sampai waktu berbuka. Ada yang lebih seru lagi. Mau tau ceritanya? Tunggu ya.. ^_^ Salam Juara!!(Irma Sari).

Tarhib Ramadhan 1432 H

Tanjung Priuk yang damai. Hari Jum’at kemarin (22/07/2011) SD Juara Jakarta Utara 1 mengadakan Tarhib Ramadhan dengan tema: Menjadi Juara di Bulan Ramadhan. Kegiatannya berupa karnaval sebagai sosialisasi keberadaan SD Juara Jakarta Utara 1. Perlengkapan seperti bendera, megaphone, spanduk sudah dipersiapkan sebelumnya. Para siswa diminta untuk membuat poster ramadhan di rumah. Hari itu sengaja siswa diminta menggunakan seragam kebanggan SD Juara (kotak orange), dengan wajah sumringah mereka membawa poster masing-masing. Ditambah dengan bendera Rumah Zakat dan Pelindo II yang sudah kami buatkan.

Setelah Sholat Dhuha dan Inspirasi juara, pukul 08.00 WIB kami berkumpul di halaman Masjid Raudlatul Jannah, seluruh siswa di bariskan dan diatur sedemikian rupa. Tak ketinggalan lagu modifikasi sudah diajarkan terlebih dulu untuk dinyanyikan saat karnaval.

Dengan border tali rafia para siswa dengan senangnya berkarnaval keliling sekolah, tepatnya di sekitar Jl. Gotong Royong dan Jl. Swasembada Timur, Tanjung Priuk. Rombongan kami sempat membuat sedikit macet karena badan jalan yang cukup kecil. Tak lupa 2 orang siswa kelas 3 membagikan jadwal imsakiyah kepada masyarakat sekitar. Saking ramenya rombongan kami disangka mainan odong-odong oleh seorang bocah di depan rumahnya (mungkin mau ikutan jalan-jalan).

Sesampainya di sekolah anak-anak melepas lelah dengan minum susu dan makan donat. Mmmm….yummy…gurunya sampai lupa ditawari :D. Insya Allah SD Juara Jakarta Utara 1 siap berjuang di bulan ramadhan. Allahu akbar!!! (Irma Sari).

MOS Perdana SD Juara Jakarta Utara 1

Tanjung Priuk yang cerah. Sejak Hari Senin kemarin (11/07/2011) SD JUARA JAKARTA UTARA 1 untuk pertama kalinya mengadakan Masa Orientasi Siswa (MOS). Terlihat dari antusiasme anak-anak untuk datang ke sekolah. Meskipun diinformasikan untuk hadir pukul 07.30, mereka telah berdatangan sejak pukul 06.30. Dengan mengenakan baju bebas muslim, mereka terlihat sangat senang datang ke sekolah yang baru.

Acara MOS dibuka oleh Kepala Sekolah Bapak Rahmanto. Dilanjutkan dengan perkenalan guru dan sharing dengan para orang tua. Anak-anak berkumpul di kelas bersama teman-teman baru mereka. Berkenalan dengan penuh semangat maju ke depan kelas. Oleh Wali kelas mereka diajarkan yel-yel kelas. seru sekali…karena nama-nama kelas mereka unik sekali. Kelas 1 Anjungan, Kelas 2 Sekoci, Kelas 3 Jangkar. “Dayung ke kanan, dayung ke kiri” salah satu yel-yel kelas 2 sekoci. Setelah berkenalan, anak-anak menonton film anak muslim. Semuanya terlihat senang dan terhibur.

Di hari ke 2, anak-anak diajak berkeliling di sekitar sekolah. Melihat-lihat lingkungan sekitar dan diajarkan tentang menjaga kebersihan. Hari ke 2 ini anak-anak sudah mulai terlihat makin lincah dan heboh. Berlari, melompat, “gedebak-gedebuk” deh pokoknya.hihihi…

Di hari ke 3 ini pagi tadi anak-anak melantunkan asmaul husna bersama-sama. Subhanallah siswa kelas 1 ada yang sudah hafal asmaul husna, karena di TK nya sudah diajarkan. Jadi enak nih gurunya… ^_^

Demikian sekelumit cerita tentang MOS SD Juara yang paling bontot yaitu SD JUARA  JAKARTA UTARA 1. GO JUARA GO!!!

(Irma Sari).